Tampilkan postingan dengan label Rumah-Sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah-Sakit. Tampilkan semua postingan

grace02emily "Press Release" Manajemen RSUD Raden Mattaher Terkait Sidak Terbaru 2017

RSUD-raden-mattaher-jambi
Press release RSUD Raden Mattaher di dampingi utusan PPNI
Medianers ~ Hari ini, Rabu (25/1) segenap jajaran manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi menyampaikan kronologis kejadian sidak (19/1) secara terbuka. Press realease yang disampaikan oleh Plt. direktur utama drg.Iwan hendrawan yang didampingi oleh beberapa orang manajemen, perwakilan organisasi profesi, PPNI, PDGI dan IDI itu masuk ke pesan singkat (WA) medianers untuk diteruskan ke publik.

Tanggapan dari pihak Manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi atas terjadinya polemik di masyarakat terutama di media sosial, maka pihak manajemen menyampaikan 4 poin penting, diantaranya:
  1. Permohonan maaf kepada seluruh masyarakat khususnya di propinsi jambi atas kejadian ini, karena kami menyadari pelayanan yang kami berikan belum sepenuhnya bisa memuaskan.
  2. Permohonan maaf juga kami sampaikan kepada tenaga kesehatan yang ikut terpojokan atas kejadian ini khususnya kepada profesi Perawat.
  3. Dengan ini juga kami menghimbau agar segala bentuk hujatan dan pernyataan yang bersifat ujaran kebencian kepada semua pihak agar dihentikan, dan beri kesempatan kepada kami untuk bekerja lebih baik.
  4. Semoga dengan kejadian ini kita semua dapat mengambil hikmahnya demi kebaikan seluruh masyarakat jambi.
    Dari informasi yang didapatkan oleh admin medianers dari pesan via whats app yang dikirim oleh orang tak dikenal dan tidak bersedia menyebutkan namanya. Bahwa  DPP-PPNI yang dihadiri oleh Drs.H.Oman Fathurohman,S.Ag (Ketua Departemen Hukum dan Pemberdayaan Politik DPP PPNI) dan Maryanto, SKM (anggota Departemen Organisasi DPP PPNI) akan melanjutkan pertemuan besok, Kamis (26/1) dengan Gubernur Jambi, Zumi Zola.  Kepastian pertemuan sedang menunggu konfirmasi dari Gubernur Jambi yang saat ini, (25/1) masih berada di Jakarta.(AntonWijaya).

    grace02emily Pelayanan Perawat di Rumah Sakit Daerah Dikritik, Apa Solusinya? Terbaru 2017

    Petugas kesehatan tertidur kelelahan / image: cerpen.co.id
    Payakumbuh, Medianers ~ Di Amerika, tenaga kesehatan sangat menghormati hak dan privasi pasien, demikian pula pasien dan keluarga bila mereka tidak suka layanan petugas kesehatan yang merawat dan mengobati, pasien boleh mengganti dengan yang lainnya. Dan, paling penting pasiennya tidak melapor ke gubernur, ke walikota atau bupati, tapi melapor ke unit yang menangani "komplain" di rumah sakit. 

    Di Amerika semua warga negara dilindungi haknya, antara hak dan kewajiban berbanding sejajar. Termasuk untuk petugas kesehatan, misalnya bila Perawat, Bidan, Dokter, dan petugas kesehatan lainnya mengalami permasalahan saat melayani pasien, seperti pasiennya tidak "kooperatif" dan tidak bersahabat maka petugas kesehatan memiliki hak melaporkan ke manajemen rumah sakit, bahwa ia minta diganti pasien yang akan ia rawat dan obati dengan pasien lainnya, sedangkan pasien yang tidak kooperatif tersebut ditangani oleh Dokter dan Perawat lainnya. Hal demikian pernah penulis posting di medianers berdasarkan hasil wawancara dengan Idel Mesrawati, RN,BSN yang saat ini bekerja sebagai Perawat di Kaiser Permanente Hospital, California, USA.

    Demikian pula bila ada permasalahan antara Perawat dengan manajemen rumah sakit, misal Perawat telah menjalankan kewajiban, namun haknya tidak ia dapatkan, atau Perawat dituntut melayani pasien diluar jatah/ kuota atau SOP yang telah ditetapkan maka Perawat berhak menolak dan melaporkan permasalahan tersebut ke Nursing Council , Kalau di Indonesia bernama Konsil keperawatan. Demikian sebaliknya, jika Perawat yang salah wajib pula menerima sanksi.

    Di Indonesia, Konsil Keperawatan ini hingga sekarang belum terwujud, menurut Undang-Undang Keperawatan Nomor 38 Tahun 2014 harusnya Konsil Keperawatan telah terbentuk pada bulan Oktober tahun 2016, artinya 2 tahun setelah UU Keperawatan terbit Presiden telah menanda tangani lahirnya Perpres tentang Konsil Keperawatan Indonesia. Nah, sekarang sudah tahun 2017. Apa permasalahannya hingga kini belum disahkan?

    Apa hubungan Konsil Keperawatan dengan kualitas pelayanan Perawat kepada pasien dan masyarakat ?

    Tujuan dibentuk Konsil Keperawatan ini adalah, untuk meningkatkan mutu praktik keperawatan dan untuk memberikan pelindungan serta kepastian hukum kepada Perawat dan masyarakat. ( BAB IX, Pasal 47, Ayat 1, UU No. 38 Tahun 2014)

    Dan, masih menurut Undang-Undang Keperawatan, Konsil Keperawatan adalah suatu badan otonom, mandiri, non struktural yang bersifat independen. Orang-orang yang ada dalam Konsil Keperawatan tertuang pada pasal 52, yakni : "Keanggotaan Konsil Keperawatan terdiri atas unsur Pemerintah, Organisasi Profesi Keperawatan, Kolegium Keperawatan, asosiasi Institusi Pendidikan Keperawatan, asosiasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan tokoh masyarakat. Jumlah anggota Konsil Keperawatan paling banyak 9 (sembilan) orang."

    Baiklah, kembali pada cerita pelayanan Perawat di Amerika, Nursing Council atau yang akan diadopsi oleh Indonesia, yaitu bernama Konsil Keperawatan memiliki kekuatan hukum yang diatur oleh Undang-Undang dan Peraturan Presiden (Perpres), jadi Konsil Keperawatan berwenang mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) serta Surat Izin Praktek Perawat (SIPP) bilamana Perawat terbukti telah melakukan pelanggaran saat menjalankan tugas pokok dan fungsinya di pelayanan kesehatan.

    Demikian juga halnya di Rumah Sakit, Nursing Council memiliki kewenangan menekan pihak manajemen Rumah Sakit, bilamana manajer rumah sakit mengabaikan hak-hak Perawat. Artinya, Perawat dilindungi dari tekanan diluar kapasitasnya, agar Perawat bisa bekerja dengan nyaman dan masyarakat/ pasien bisa mendapatkan kualitas pelayanan maksimal dari Perawat.

    Apakah Konsil Keperawatan bisa menjawab segala permasalahan komplain pasien pada masyarakat?

    Mengamati fenomena sosial saat ini, sejak zaman reformasi, bahwa tata kelola pemerintahan dari terpusat (sentralisasi) menjadi desentralisasi, terpecah-pecah pengelolaannya berdasarkan daerah masing-masing maka pelayanan kesehatan tidak memiliki peraturan seragam, terutama pelayanan Rumah Sakit Umun Daerah milik pemda/pemko. Penulis agak ragu, Konsil Keperawatan bisa mengintervensi kebijakan kepala daerah terhadap sistim manajemen rumah sakit terutama pengelolaan SDM.

    Penulis melihat, setiap permasalahan dan komplain pasien kepada petugas kesehatan, terutama Perawat, langsung dilaporkan kepada kepala daerah. Karena Kepala daerah memiliki "power" bagaikan raja kecil terhadap daerah yang dipimpinnya. Idealnya, harus ada mekanisme yang dilalui, karena petugas kesehatan juga memiliki hak sebagaimana masyarakat yang menginginkan hak-haknya tidak diabaikan, bila diabaikan hak-hak tenaga kesehatan maka inilah yang sering kita tonton bahwa beragam dan terus membengkaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan Perawat di rumah sakit.

    Hak yang dimaksud adalah, rasio antara petugas kesehatan dengan jumlah pasien yang harus dilayani sangatlah tidak pantas, silahkan lihat di setiap RSUD milik daerah sejak era BPJS diberlakukan, antrian mengular, bahkan untuk mendapatkan nomor antrian keluarga pasien "batanggang" datang sebelum ayam berkokok agar dapat nomor.

    Setelah dapat nomor antrian, pasien dan keluarga juga berpeluh menunggu panggilan, baik di poliklinik, maupun di apotik, permasalahan ini apakah disalahkan pada petugas kesehatan yang melayani? Atau pada BPJS? atau manajemen rumah sakit? Atau pada masyarakat mengapa berobat ke RSUD? Tentu tidak semudah itu menuding, bila mau melihat lebih jauh tentu harus ada evaluasi terkait perencanaan ketenangan, fasilitas penunjang dan anggaran dana kesehatan, terutama RSUD.

    Dokter, Bidan, Perawat memiliki ambang batas kejenuhan dalam melayani, sebagaimana pegawai kantoran yang punya jam istirahat. Di rumah sakit milik daerah, dokter, apoteker, perawat, bidan, analis, tenaga administrasi, serta tenaga kesehatan lainnya mereka tidak punya jam istirahat. Mereka bisa istirahat bila kondisi pasien aman, dan istirahat secara bergantian.

    Adakah dari kita dan pengambil kebijakan memikirkan hal ini? Bahwa tenaga kesehatan juga memiliki hak untuk jam istirahat saat bekerja. Dan, memberi waktu dan batasan melayani pasien ? 

    Hingga saat ini belum pernah penulis dengar, yang ada hanya menuntut dan terus menuntut memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat. Tapi, tidak mau tau bagaimana solusi untuk menciptakan/ menghadirkan terobosan agar tenaga kesehatan di RSUD diberi "senjata" agar bisa melayani dengan maksimal dan berkualitas pada masyarakat. Yang mestinya, fasilitas, sarana, SDM dan segala kebutuhan anggarannya dipenuhi.

    Penulis tidak membicarakan kesejahteraan, karena masih banyak diluar sana profesi lain yang masih terseok-seok, setidaknya yang penulis minta adalah saling menghargai, membuang jauh arogansi pada tenaga kesehatan, serta intimidasi dan olok-olok di media. Tidak ada satupun niat buruk bagi kami saat melayani pasien, kami juga bangga manakala pasien yang kami layani puas, dan saya pribadi juga sedih apa bila ada sejawat saya dan tenaga kesehatan lainnya dihardik dengan cara-cara arogansi oleh pejabat, preman maupun oleh siapa saja.

    Saatnya Menganggarkan Pembangunan Fasilitas Kesehatan Berbasis Digital

    Tak bisa dipungkiri bahwa RSUD merupakan sumber PAD terbesar daerah, sementara anggaran APBD untuk pembangunan RSUD itu sangat minim dan terbatas. Terkait pembangunan fasilitas, sarana dan kebutuhan alat-alat medis berpandai-pandailah manajemen rumah sakit "mengemis" ke pusat, melalui anggaran kesehatan Kemenkes. Anggaran yang ada di Kemenkes belum tentu pula dibutuhkan "user". Dan, bila direktur salah administrasi dan ceroboh maka siap-siap pula masuk tangsi, yang akhirnya manajemen rumah sakit takut mengambil dana dari pusat. 

    Coba search di google, dari jumlah total RSUD yang ada di Indonesia, adakah 20 persen memiliki website sebagai media informasi? Website saja tidak prioritas apalagi untuk membangun jaringan yang terintegrasi dengan masyarakat dan instansi terkait. Sebut saja aplikasi berbasis data, server milik sendiri yang bisa menampung registrasi online atau aplikasi sms online, dan lain-lain.

    SIMRS (Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit) yang terintegrasi antara ruang satu dengan ruang lainnya sudah adakah? Bila sudah ada, apakah maksimal? Ini yang belum tersentuh sama sekali. Bagaimana dengan sistim online antara poliklinik, apotik, dan ruangan lainnya apakah bisa dikoordinir melalui jaringan nirkabel, tanpa antrian nan mengular? 

    Idel Mesrawati saat bekerja di Permanente Hospital, USA menggunakan alat komunikasi yang disebut spektra link, yaitu sebuah gadget khusus untuk alat komunikasi petugas yang wajib dimiliki dan diberikan oleh rumah sakit. Spektra link  selain berfungsi sebagai alat komunikasi sesama petugas juga memiliki kegunaan untuk memantau tanda-tanda vital pasien. Monitor ekg yang terpasang di tubuh pasien, datanya akan disampaikan ke spektra link yang dipegang oleh masing-masing perawat dan dokter, baik saat jaga malam, maupun jaga pagi dan sore.

    Saat Perawat/petugas tidak berada di samping pasien, bila ada perubahan tanda-tanda vital yang akan mengancam nyawa maka alarm spektra link mengirimkan data serta berbunyi bahwa pasien A sedang membutuhkan pertolongan. Inilah yang dibutuhkan Dokter dan Perawat saat ini, tidak melulu duduk di "nurse station" bagaikan pos ronda.

    Laporan Perawat/Dokter terhadap catatan perkembangan pasien bisa diefisiensi melalui komputer yang telah terintegrasi dengan "medical record" (mr) antara ruangan satubdengan unit lainnya. Pasien dan keluarga tidak perlu lagi menenteng ini-itu untuk urusan pulang atau pindah ruangan, misal petugas diruangan A, hanya entry data dan bisa dilihat oleh loket pembayaran, maupun dihimpun datanya oleh bagian keuangan, urusan pasien beres dan klaim tagihan sudah terakumulasi ke BPJS, tanpa rumah sakit menyiapkan dokumen tagihan yang setinggi "gunung." Artinya, diperlukan sebuah komitmen antara pemda, manajemen rumah sakit dan BPJS untuk menciptakan sistim layanan berbasis digital ini, termasuk sistim rujukan dari puskesmas ke rumah sakit, administrasinya bisa via online terintegrasi dan tidak perlu lagi pihak BPJS melakukan verifikasi cikal bakal penyebab antrian nan mengular.

    Memang, membangun sistim fasilitas layanan kesehatan berbasis digital ini tidak mudah, juga tidak sulit asalkan pemangku kepentingan mau berkomitmen. Tapi, sayangnya membangun ini bukanlah kebijakan populer untuk mendulang popularitas, karena dampak " wah" nya tidak terasa langsung hari itu juga, dibanding pencitraan tanpa butuh modal seperti yang dilakukan "oknum" membentak-bentak tenaga kesehatan di depan kamera. Tindakan tersebut bisa mendongkrak popularitas, sebagai modal pertarungan politik berikutnya. 

    Akhirnya, Perawat harus kembali mengingat masa lalu, bahwa pelopor ilmu Keperawatan, Florence Nightingale tidak ada dukungan dari siapa pun, termasuk keluarganya sendiri, saat memutuskan jadi Perawat, ia merawat korban perang, mendirikan Sekolah Perawat dan Bahkan aktifitasnya itu ditolak oleh keluarga. Tapi, atas pengabdiannya nan ikhlas, ia akhirnya dikenang dunia. Jadi sejawat Perawat tetaplah berbuat baik, meskipun dikasari, diintimidasi dan ditendang sekalipun, tetaplah berbuat baik, insha allah, malaikat akan mencatatnya.(Anton Wijaya)

    grace02emily Si 'Mantan Artis' Kembali Menemukan Panggung, Namun Dikecam Beberapa Pihak Terbaru 2017

    Medianers ~ Gaya premanisme memarahi bawahan kembali menghiasi pemberitaan di Indonesia, kali ini peran dimainkan oleh mantan artis yang saat ini jadi gubernur di Jambi, ia Zumi Zola dengan arogan memarahi Perawat dan Dokter di RSUD Raden Mattaher .

    Aksi 'heroik' Zumi Zola tersebut mendapat kecaman dari berbagai kalangan, terutama dari tenaga kesehatan. Dokter Patrianef dari Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu menyampaikan pandangan diakunnya.

    "Terima kasih kepada Bapak, karena dengan cara begini sebetulnya membuka juga ruang bagi kami agar Pemda memperlakukan tenaga kesehatan lebih manusiawi kedepannya dengan jam kerja yang jelas sama seperti pegawai lain. Wajar juga jika kami meminta diperlakukan layak, bekerja yang layak, istirahat yang layak. Beranikah Bapak memberlakukan untuk Propinsi Jambi jam kerja tenaga kesehatan sama dengan jam kerja pegawai negeri lain. Jika kami sudah bekerja sudah 40 jam dalam seminggu maka kami boleh istirahat di rumah tanpa diganggu oleh panggilan dinas dan tugas jaga. Jika bisa kami salut dan kami sangat mengapresiasi Bapak."
    Selain itu, komentar kecaman datang dari arah Indonesia timur, yakni dari aktifis Perawat di media sosial bernama Ullank Stira.  "Lain kali sidak dan mengamuk juga pak kalau ada perawat dan dokter di kamar operasi yg bekerja 24 jam non stop tapi gaji dibawah UMR." Komentar Ullank Stira.(AW)

    grace02emily Mencermati Arogansi Zumi Zola Kepada Perawat dan Dokter di RSUD Raden Mattaher Jambi Terbaru 2017

    Capture Video Zumi Zola, Gubernur Jambi saat memarahi Perawat di RSUD Raden Mattaher (19/3) 
    Medianers~ Lagi, akting dan pencitraan kepala daerah memarahi anak buahnya jadi viral di media online. Kali ini diperankan oleh mantan artis nasional, Zumi Zola yang saat ini menjabat sebagai gubernur Jambi. 

    Mantan artis itu berhasil jadi trending topik di dunia maya, beritanya beredar luas, termasuk rekaman video saat memarah-marahi Perawat dan Dokter di RSUD yang diduga tertidur pulas saat jaga malam di RSUD Raden Mattaher, Jambi.

    Beberapa video yang diunggah di youtube, memperlihatkan arogansi Zumi Zola pada Perawat dan Dokter yang sedang berada di kamar istirahat dan dipaksa keluar.

    "Bangun ! Keluar, keluar, keluar." (nada suara tinggi). Sementara beberapa kamera menyorot dari belakang. Lalu, Zumi Zola berbalik kebelakang, "Kerja apa kalian disini?" Sambil menendang tong sampah yang ada di depan samping kanannya.

    Video kemarahan Zumi Zola saat sidak tengah malam buta (sekitar pukul 00.30) di RSUD Raden Mattaher itu diunggah oleh Wawan Novianto di Youtube.

    Dalam inspeksi mendadak malam itu, (19/1) Zumi Zola mendatangi ruangan satu per satu dan melihat sejumlah perawat dan dokter yang bertugas malam tertidur pulas. Seketika ia marah dan sempat membanting kursi.

    "Rumah sakit ini sangat jelek, sangat jelek, padahal ini adalah panduan dari semua rumah sakit yang ada di Jambi. Kita harus lebih baik... malu!" kata dia, sebagaimana yang diberitakan di kompas.com

    Mantan aktor sinetron "Culunnya Pacarku" yang tayang di tahun 2004 ini,  berhasil kembali memainkan perannya yang sudah lama ia tinggalkan, namun bedanya saat ini ia sebagai gubernur, orang nomor satu di Propinsi Jambi, ia pengambil kebijakan akan kemajuan daerah termasuk keputusan "hitam-putih" pelayanan publik di daerah yang dipimpinnya.

    Kemarahan dan arogansi yang dipertontonkan oleh gubernur Jambi ini di depan kamera telah menambah malu anak buahnya yang mengabdi di RSUD Raden Mattaher, tidak saja malu, sebanyak 12 orang terancam dipindahkan dan diberi sanksi berupa surat peringatan, sedangkan tenaga kontrak terancam dipecat.

    Apakah dengan tindakan arogansi Zumi Zola tersebut berhasil merubah keadaaan? Sehingga pelayanan RSUD Raden Mattaher akan berubah menjadi yang terbaik di Jambi, bahkan nasional? Wallahu a'lam bish - shawabi.(AntonWijaya)

    grace02emily RSUD dr Adnaan WD Berbenah dan Rencana Pembangunan Tahun 2017 Terbaru 2017

    Rsud-dr-adnaan-wd-payakumbuh
    Payakumbuh, Medianers --- Rapat terbatas yang diinisiasi oleh manajemen RSUD dr Adnaan WD, dihadiri oleh pengurus Komite Medik dan Komite Keperawatan di lantai 2 pertemuan gedung Instalasi Gawat Darurat pada hari Jumat, (13/1) berjalan sebagaimana mestinya.

    Direktur Utama RSUD dr Adnaan WD, dr.Elista Yosepha, MARS didampingi oleh direktur pelayanan dan penunjang dr.Yanti, MPH terlihat semangat memimpin rapat. 

    "Perhatian masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota akan pelayanan RSUD dr Adnaan WD patut diapresiasi. Saya kurang lebih dua minggu dilantik jadi direktur utama RSUD dr Adnaan WD akan terus membenahi dan melakukan yang terbaik demi bagusnya pelayanan pada masyarakat. Untuk itu, saya mohon dukungan dari seluruh anggota Komite Medis dan Komite Keperawatan." Ungkap dr.Elista Yosepha, MARS.

    Kemudian, Direktur Utama yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur pelayanan dan penunjang di RSUD dr Adnaan WD ini membeberkan tentang rencana pembangunan di tahun 2017, diantara poin pentingnya sebagai berikut:
    1. Melanjutkan pembangunan gedung 4 tingkat, baik interior maupun eksterior. Saat ini lantai 1 dan 2 mulai rampung. Selanjutnya lanjut ke pembangunan lantai 3 dan 4. 
    2. Pembangunan ruang VIP.
    3. Membenahi  sistim antrian poliklinik, apotik, dll.
    4. Peningkatan fasilitas, sarana, penunjang dan SDM.

    Demikianlah poin-poin penting yang disampaikan manajemen rumah sakit pada segenap peserta rapat yang hadir. Kemudian, dr.Elista Yosepha, MARS berpesan pada medianers, untuk menyampaikan mohon dukungan dan doanya agar pembangunan fisik dan SDM berjalan lancar agar senantiasa pelayanan RSUD dr Adnaan WD pada masyarakat semakin lebih baik.(Anton Wijaya).

    grace02emily Bentuk Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah Antar Unit Di Rumah Sakit Terbaru 2017

    Medianers ~ Rumah Sakit memiliki banyak unit pelayanan, masing-masing unit saling ketergantungan, dan saling membutuhkan kerjasama serta koordinasi yang baik agar pelayanan pada pasien dan masyarakat berjalan lancar. Di Rumah Sakit, pelayanan anestesi dan bedah cukup vital perannya, bisa dikatakan sebagai jantung atau muara dari semua pelayanan. Adapaun bentuk pola hubungan kerja pelayanan anestesi dan bedah dimaksud medianers uraikan seperti di bawah ini:

    Bentuk Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah  dengan Ruang Rawat Inap

    Pasien ruang rawat inap yang telah mendapat tindakan atau pemeriksaan dokter, pemeriksaan penunjang dan telah dipastikan tindakan operasi yang akan dilakukan. Perawat ruang rawat inap akan mempersiapkan prosedur pasien preoperasi (Penjadwalan waktu operasi ke instalasi bedah, Informed Content, persiapan puasa, cukur, pemasangan IV Line, premedikasi dan lain-lain).

    Setelah itu pasien dibawa keruang operasi. Perawat ruangan melakukan serah terima pasien dengan perawat instalasi bedah. Perawat Instalasi Bedah menghubungi perawat ruang rawat inap bila operasi telah selesai dilakukan. Sebelum pasien post operasi pindah keruangan perawat instalasi bedah melakukan serah terima pasien dengan perawat ruang rawat inap. 

    Bentuk Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah dengan ICU

    Jika ada pasien ICU yang perlu dilakukan tindakan pembedahan maka perawat ICU melakukan penjadwalan waktu operasi dan tindakan yang akan dilakukan ke Instalasi Bedah. Perawat ICU melakukan persiapan preoperasi (Informed Content, persiapan puasa, cukur, pemasangan IV Line, premedikasi dan lain-lain). 

    Lalu pasien diantar ke Instalasi Bedah dan serah terima pada perawat Instalasi Bedah. Setelah pasien selesai dilakukan tindakan pembedahan perawat instalasi bedah akan menghubungi perawat ICU untuk menjemput pasien ke instalasi bedah. Perawat Instalasi Bedah melakukan serah terima pasien sebelum pasien post operasi pindah ke ICU. 

    Sebaliknya bila ada pasien dari Instalasi Bedah yang telah selesai menjalani tindakan pembedahan dan di indikasikan masuk ke ICU maka perawat Instalasi Bedah menghubungi perawat ICU untuk mempersiapkan tempat tidur untuk pasien baru dari Instalasi Bedah 

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah dengan IGD

    Jika pasien IGD membutuhkan tindakan segera di kamar operasi, maka perawat IGD menghubungi perawat kamar operasi mengenai diagnosa pasien dan tindakan yang akan dilakukan serta dokter yang merawat. Perawat IGD menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang tindakan yang akan dilakukan serta dokter yang merawat. 

    Perawat IGD menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang tindakan yang akan dilakukan serta meminta mengisi Informed Content. Perawat IGD mengantarkan pasien ke kamar operasi dan melakukan serah terima dengan perawat Instalasi Bedah.

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah Dengan Kamar Bersalin (VK)

    Pasien Kamar Bersalin(VK) yang membutuhkan pelayanan pembedahan maka bidan Kamar Bersalin (VK) menghubungi perawat kamar operasi mengenai diagnosa pasien dan tindakan yang akan dilakukan serta dokter yang merawat.
    Terkait : Bentuk Kerjasama Antara Perawat, Bidan Dan Dokter Di Rumah Sakit
    Bidan Kamar Bersalin(VK) menjelaskan kepada pasien tindakan yang dilakukan dan membuat Informed Content sebelum pasien diantar ke Instalasi Bedah. Bidan Kamar Bersalin (VK) melakukan serah terima pasien dengan perawat Instlasi Bedah.  

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Dan Bedah dengan Poliklinik

    Pasien Poliklinik yang membutuhkan pelayanan pembedahan maka perawat Poliklinik menghubungi perawat Instalasi Bedah mengenai diagnosa pasien, tindakan yang akan dilakukan dan dokter yang merawat. Perawat Poliklinik menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan dan membuat Informed Content sebelum pasien diantar ke Instalasi Bedah. 

    Perawat Poliklinik melakukan serah terima pasien dengan perawat Instalasi Bedah. Setelah tindakan operasi dilakukan perawat Instalasi Bedah menghubungi perawat Poliklinik untuk menjemput pasien dan melakukan serah terima pasien.  

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi  Bedah dengan Farmasi

    Peresepan Obat
    Resep rawat inap ditulis oleh dokter yang merawat pasien dan Informasi Nurse(IN) menginput ke Teramedik (TM). Kemudian resep diantar ke Instalasi Farmasi oleh Informasi Nurse(IN) obat tersebut diracik dan diantar ke Instalasi Bedah.

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah dengan Laboratorium

    Bila pasien Instalasi Bedah memerlukan pemeriksaan Cito (segera), transfusi atau permintaan darah untuk pasien yang sedang menjalani pembedahan maka petugas Instalasi Bedah menghubungi petugas Laboratorium. 

    Petugas Laboratorium segera menuju Instalasi Bedah untuk melakukan pengambilan sample, spesimen sesuai permintaan dokter dan hasilnya segera dilaporkan ke dokter Instalasi Bedah melalui Information Nurse (IN).

    Bila pasien Instalasi Bedah membutuhkan pemeriksaan Patologi maka perawat Instalasi Bedah melakukan serah terima dengan pegawai Laboratorium. Perawat Kamar Bedah tersebut mengantar jaringan dan formulir PA ke bagian laboratorium. Hasil pemeriksaan Patologi akan dilaporkan bagian laboratorium ke perawat ruang rawat inap. 

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi  Bedah dengan Radiologi

    Pasien Instalasi Bedah yang memerlukan pemeriksaan Radiologi di Instalasi Bedah maka petugas Instalasi Bedah menghubungi petugas Radiologi untuk mempersiapkan alat pemeriksaan,misalnya pada pasien Orthopedi yang memerlukan C-ARM.

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah dengan Teknisi

    Dalam pemeliharaan alat-alat di Instalasi Bedah berkoordinasi dengan bagian Teknisi dalam hal pembuatan jadwal pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan di Instalasi Bedah secara berkala. Jika ada alat-alat yang rusak, maka perawat Instalasi Bedah membuat surat pemberitahuan ke bagian Teknisi untuk diperbaiki.

    Petugas Teknisi memeriksa alat yang rusak, kemudian memperbaiki atau mengganti alat yang rusak sesuai kebutuhannya. Jika teknisi tidak dapat memperbaiki peralatan yang rusak maka dihubungi petugas teknisi dari luar Rumah Sakit untuk memperbaikinya serta melapornya ke Instalasi Bedah.

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi  Bedah dengan Gizi

    Bila ada jadwal operasi maka perawat Instalasi Bedah menghubungi bagian Gizi untuk memesan makanan untuk dokter sesuai dengan jumlah operasi pada saat itu. Petugas Gizi mengantar makanan ke Instalasi Bedah sesuai dengan jumlah yang dipesan oleh perawat.

    Hubungan Kerja Pelayanan Anestesi Bedah dengan Laundry dan CSSD

    Perawat Instalasi bedah menghubungi bagian Laundry untuk menjemput / mengantar alat tenun yang sudah dipakai atau yang akan dipakai di Instalasi Bedah. Sedangkan dengan CSSD unit penting untuk mensterelisasikan instrumen bedah dan linen yang sudah bersih.

    Demikianlah bentuk/ pola hubungan kerja pelayanan anestesi dan bedah dengan berbagai unit di rumah sakit yang dapat medianers bagikan yang dihimpun dari berbagai sumber.(Editor: AW)

    grace02emily Di RSUD dr Adnaan WD, Perawat dan Bidan Hadapi Ujian Kompetensi Terbaru 2017

    Uji-kompetensi-kredensial-perawat
    Medianers ~  Menjawab kebutuhan dan tantangan pentingnya tenaga Perawat dan Bidan berkompeten di RSUD dr Adnaan WD sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Mentri Kesehatan (PMK) Nomor 49 Tahun 2013, tentang Komite Keperawatan, yang mana poin pentingnya kredensial wajib diberlakukan pada segenap tenaga keperawatan di Rumah Sakit.

    Muara Kredensial yakni dilakukannya uji kompetensi pada Perawat dan Bidan yang bekerja di RSUD dr Adnaan WD untuk mengetahui apakah peserta yang di uji kompeten atau belum kompeten.

    Desmawati, SKp. Selaku Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Adnaan WD jelang ujian, minggu (6/11) mengatakan pada medianers, "Ujian kompetensi diselenggarakan untuk menilai serta memverifikasi tenaga keperawatan (red: Perawat dan Bidan) apakah mereka kompeten atau belum kompeten."

    Desmawati menambahkan, " Ujian kompetensi ini, tidak bermaksud mencari juara atau pemenang. Tapi, mencari tau apa kekurangan tenaga keperawatan yang perlu dibenahi kedepannya. Bila ada peserta yang gagal, maka akan prioritas diberi pembinaan berupa pendidikan dan pelatihan."

    Senada dengan Kabid Keperawatan, Ns.Bismar,S.Kep selaku ketua mutu Keperawatan memberi bocoran kisi-kisi ujian, yakni terkait komunikasi dan etika keperawatan, serta tindakan teknis keperawatan.

    Hal serupa diakui pula oleh ketua Kredensial.  Ns.Rita Darmita,S.Kep, " Ujian kompetensi tidak perlu ditakuti oleh Perawat dan Bidan. Karena  program ini diatur oleh Kemenkes yang perlu kita terapkan berkelanjutan."

    Salah seorang peserta ujian, Usman,B.Sc perawat senior di poliklinik bedah, sudah 25 tahun mengabdi di RSUD dr Adnaan WD mengaku, " Saya suka sekali diadakan ujian ini, selama ini kan belum pernah. Saya kembali belajar dan buka buku hadapi ujian." Ucapnya, saat media ini menanyakan reaksi diselenggarakan ujian kompetensi.

    Di ruang ujian, di lantai 2 Instalasi Gawat Darurat, RSUD dr Adnaan WD tampak hadir Ns.Novera Akmal, S.Kep. Selaku ketua Komite Keperawatan, ia juga ikut ujian kompetensi.

    Saat dimintai keterangan, beliau mengungkapkan. " Ujian kompetensi ini wajib, tanpa kecuali bagi seluruh anggota komite keperawatan (red: tenaga keperawatan) , yakni Perawat dan Bidan sebanyak 220 orang yang bekerja di RSUD dr Adnaan."

    "Hasil ujian kompetensi ini, nantinya sebagai bahan dasar untuk menentukan kewenangan klinis perawat dan bidan. Kedepannya, uji kompetensi terus kita selenggarakan untuk meningkatkan kompetensi perawat dan bidan." Tutur Novera Akmal.
    Terpisah, dr.Merry Yuliesday, MARS. Direktur utama RSUD dr Adnaan WD mendukung dan apresiasi panitia penyelenggara ujian yang telah melaksanakan program kredensial sebagaimana mestinya. Program Kredensial juga bagian dari persiapan akreditasi rumah sakit yang rencana tahun 2017 RSUD dr Adnaan WD akan dinilai tim akreditasi KARS pusat.(AW)

    grace02emily Respon Perawat RSUD dr Adnaan WD Hadapi Ujian Kompetensi Terbaru 2017

    Reaksi-perawat-rsud-dr-adnaan-wd-hadapi-ujian-kompetensi

    Payakumbuh, Medianers ~ Sejak ujian kompetensi Perawat dan Bidan diumumkan oleh  Komite Keperawatan di RSUD dr Adnaan WD minggu lalu, terlihat beberapa Perawat berkelompok sibuk membahas materi keperawatan.

    Hal demikian "tertangkap kamera" oleh medianers, beberapa orang Perawat Instalasi Bedah Sentral sibuk berdiskusi dan belajar bersama sejak 3 hari terakhir. Puncaknya, pagi minggu, (6/11) dua jam menjelang ujian kompetensi.

    Muhammad Idral mengaku pada medianers, " Sejak diumumkan akan ada ujian kompetensi, saya sibuk mencari materi konsep keperawatan, sebagai persiapan ujian."

    Demikian pula dirasakan Ane Boekit, Amd.Kep, ia bersemangat mencari referensi terkait materi ujian kompetensi di internet yang sudah ia salin ke catatan kecil."

    "Sejak 3 hari yang lalu sudah Ane siapkan materi bacaan untuk menghadapi ujian ini bang." Tutur Ane Boekit pada medianers.

    Respon Salah Seorang Perawat Pasca Ujian Kompetensi

    Ujian dibagi menjadi 3 sesi dan 1 sesi peserta sebanyak 63 orang. Pasca ujian kompetensi, yang berlangsung pukul 08.00 - 12.00 wib, Minggu (6/11). 

    Di sesi kedua ujian, medianers menanyai salah seorang peserta, yaitu Usman, B.Sc . Ia dinas di poliklinik bedah. Sudah 25 tahun mengabdi di RSUD dr Adnaan WD. Pengakuannya sejak bekerja, baru kali ini ia di uji.

    "Saya suka sekali diadakan ujian ini, selama ini kan belum pernah. Beberapa hari sebelum ujian, saya kembali belajar dan buka buku hadapi ujian ini." Jelasnya.

    Pak Usman terlihat semangat dan antusias mengahadapi ujian, bahkan ia paling terakhir mengumpulkan lembar jawaban dibanding peserta lainnya. Ia berusaha maksimal mengisi lembar jawaban.

    Menanggapi respon Pak Usman demikian , Ns Novera Akmal, S.Kep sebagai Ketua Komite Keperawatan sangat senang mendengar pengakuan Pak Usman.

    "Ternyata teman-teman Perawat mempersiapkan diri dengan belajar mandiri. Artinya, ujian kompetensi ini diharapkan akan mampu meningkatkan kompetensi Perawat di RSUD dr Adnaan WD."Tuturnya.

    Sedangkan Kabid Keperawatan, Desmawati,S.Kp tersenyum simpul mendengar pengakuan pak Usman.

    "Semoga dengan diselenggarakan ujian kompetensi ini, akan membawa kebaikan kepada segenap tenaga keperawatan. Perlu diketahui,   Ujian kompetensi ini, tidak bermaksud mencari juara atau pemenang. Tapi, mencari tau apa kekurangan tenaga keperawatan yang perlu dibenahi kedepannya. Bila ada peserta yang gagal, maka akan prioritas diberi pembinaan berupa pendidikan dan pelatihan." Tutup Desmawati menyikapi.(AntonWijaya)

    grace02emily Menyorot Pelayanan RSUD dr Adnaan WD Melalui "Duduak Basamo" di Forum Kota Sehat Terbaru 2017

    Duduak-basamo-forum-kota-sehat-payakumbuh
    Medianers ~ Kota berukuran sedang terletak di penghujung Sumatera Barat, bernama Payakumbuh, memiliki jarak sekitar 120 KM dari Kota Padang dan sekitar 188 Km dari Kota Pekan baru. Kota yang berada di bawah pemerintahan propinsi Sumatera Barat ini selalu jadi daya tarik oleh pengunjung, karena letaknya di perlintasan antara Sumbar dan Riau. Selain itu, daya tarik alam nan indah serta sajian aneka kuliner nan lezat membuat kota Payakumbuh jadi tempat tujuan dan persinggahan wisatawan lokal maupun nasional.

    Selain wisata dan Kuliner, Pemerintah Kota Payakumbuh juga selalu meraih prestasi di bidang kesehatan sejak masa kepemimpinan walikota Josrizal Zain hingga Riza Falepi. Yakni meraih predikat Kota sehat, semasa itu dinas kesehatan dikepalai oleh dr.H.Merry Yuliesday,MARS, saat ini menjabat direktur utama RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh. Semasa kepala dinas kesehatan, dr.H.Merry Yuliesday, MARS. Ia sukses menghantarkan Payakumbuh mendapat predikat Kota sehat sebanyak 3 kali dan masa kepemimpinan walikota Riza Falepi yang dinas kesehatannya dikepalai oleh Elzadaswarman,SKM,.MPPM Kota Payakumbuh kembali meraih predikat kota sehat pada akhir 2015 yang lalu.

    Semua prestasi tersebut berkat dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan yang peduli akan kemajuan Kota Payakumbuh. Hal tersebut terungkap saat diadakan acara "duduak basamo" dalam sebuah forum diskusi yang digelar oleh manajemen RSUD dr Adnaan WD dengan tema " Forum Kota Sehat Peduli dengan Pengembangan dan Peningkatan Pelayanan RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh." Forum duduak basamo ini diselenggarakan di ruang pertemuan hotel Kolivera 3, Kota Payakumbuh, pada hari Senin,(18/10).

    Forum duduak basamo tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, diantaranya tampak hadir Ketua forum kota sehat sekaligus selaku Ketua LKAAM, Indra Zahar Dt. Rajo Simarajo. Dan, terlihat juga hadir Riza Ananda selaku ketua tim pembina kota sehat, saat ini menjabat sebagai kepala BAPPEDA. Dan, tentunya dihadiri oleh perwakilan kecamatan dan kelurahan, baik perwakilan dari masyarakat maupun dari aparatur pemerintahan yang bekerja dikelurahan dan kecamatan . 

    Saat pembukaan acara, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, ST,.MT,. Datuak Rajo Ka Ampek Suku menyatakan, bahwa" Program kota sehat zaman pak Josrizal Zain banyak meraih prestasi, sedangkan di zaman saya prestasi itu ditingkatkan dan berkelanjutan."

    Ia menambahkan, " Hendaknya bagaimana meningkatkan program Sustainable (berkelanjutan). Maknanya bagaimana kita meningkatkan kehidupan sehat. Kemudian bagaimana menggalakkan tindakan pencegahan penyakit secara berkelanjutan."

    Walikota mencontohkan, masih banyak yang takut memeriksakan kesehatannya, seperti mengecek darah di laboratorium pelayanan kesehatan misalnya, padahal mengetahui kondisi kesehatan dini ini, sangat penting dalam pencegahan penyakit.

    Harapan walikota dalam forum kota sehat ini,  yakni menciptakan program pencegahan penyakit dan membangun pola hidup sehat. Sehat itu tidak harus kaya, sehat itu tidak harus begini, begitu. Sering kita lupa, saat sehat mengurus persyaratan BPJS misalnya, ketika sakit menyalahkan keadaan. Hendaknya, Sehat itu budaya kita, dan sehat itu bagian dari gaya hidup kita." Demikian harap Walikota seraya mengakhiri pidato.

    Ketua forum kota sehat sekaligus selaku Ketua LKAAM, Indra Zahar Dt. Rajo Simarajo menyatakan sikap di podium, bahwa " Kita selalu mendukung masyarakat berprilaku hidup sehat dan mendukung program-program kesehatan pemerintah kota Payakumbuh demi tercapainya Kota Payakumbuh sehat."

    Selesai kata sambutan, diskusi panel pun dibuka oleh Riza Ananda. Ia berkedudukan sebagai ketua tim pembina kota sehat. Dan mempersilahkan narasumber, yakni dr.Merry Yuliesday,MARS selaku direktur utama RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh memaparkan tentang RSUD dr Adnaan WD. Dokter Merry Yuliesday menjelaskan sejak tahun 2007 hingga 2016 terjadi peningkatan signifikan baik pendapatan maupun pembangunan, serta pengembangan fasilitas di RSUD dr Adnaan WD. 

    Dokter Merry Yuliesday juga memaparkan, bahwa kunjungan tiap harinya di poli umum mencapai 300-400 orang, yang mana fasilitas dan loket pelayanan kewalahan menampungnya. Kemudian, direktur utama itu menjelaskan melalui gambar " power poin" tentang pengembangan dan fasilitas yang sedang dibenahi di RSUD dr Adnaan WD.

    Narasumber berikutnya adalah Dahidin, Kepala BPJS Kota Payakumbuh, ia menyampaikan bahwa jumlah penduduk kota Payakumbuh sebanyak 127.000 lebih, peserta BPJS hanya19 persen dari jumlah total penduduk tersebut. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan pelayanan BPJS. Kemudian, Dahidin juga memaparkan tentang program pelayanan BPJS dan kendala yang dihadapi saat ini.

    Di sesi tanya jawab, perwakilan forum kota sehat, dari Payakumbuh timur mengeluhkan, bahwa semua pelayanan ditanggung asuransi BPJS. Tapi, bila peserta kecelakaan dan berobat, terkesan dipersulit, pihak rumah sakit menyatakan biaya pengobatan tidak ditanggung oleh BPJS. Dan, BPJS sendiri menyuruh minta klaim ke Jasa raharja. Di jasa raharja, peserta disuruh ke pihak kepolisian minta data dan surat keterangan pada kepolisian. Di kepolisian juga perlu melakukan pengkajian dan menghadirkan motor serta surat-surat lainnya. Artinya, kondisi demikian sangat menguras waktu dan tenaga, sementara peserta BPJS butuh pertolongan cepat. Terkesan birokrasi pakai kartu BPJS dipersulit, terkhusus pada kasus kecelakaan.

    Tanggapan Dahidin selaku kepala BPJS, bahwa prosedur demikian karena ketentuan peraturan perundangan yang mengatur, bahwa prosedur berobat kecelakaan menggunakan kartu BPJS akan terkait dengan pihak asuransi jasa raharja dan pihak kepolisian. Aturan demikian bukan BPJS yang membuat. 

    Kemudian masukan juga dialamatkan kepada RSUD dr Adnaan WD oleh beberapa peserta yang namanya tidak ia sebutkan saat bertanya, seperti mengeluhkan lamanya antrian saat di poliklinik dan keluhan tentang pelayanan petugas yang tidak ramah terhadap pasien, terkhusus yang disorot pelayanan yang tidak memberikan senyuman layaknya pegawai hotel.

    Semua keluhan, ditanggapi dengan bijak oleh dr.Merry Yuliesday, bahwa kondisi yang berbeda sasaran pelayanan.  Di hotel melayani orang sehat, sedangkan di rumah sakit yang dilayani orang sakit. Situasinya sangat berbeda. Namun, itu akan kita benahi secara bertahap. Kemudian terkait antrian, tidak dipungkiri bahwa, lahan RSUD dr Adnaan WD semakin sempit, karena banyaknya kunjungan, kedepannya akan diperbaiki dengan cara menerapkan sistim antrian berbasis digital. Untuk tidak lanjutnya butuh pengkajian, metode apa yang paling tepat digunakan untuk mengatasi masalah antrian yang mengular tersebut.

    Masih banyak keluhan dari peserta forum yang hadir, pada dasarnya berharap terjadinya perubahan pelayanan yang memuaskan pasien, keluarga dan masyarakat. Keluhan dan masukan juga di dengar oleh segenap karyawan RSUD dr Adnaan WD yang hadir, mulai dari seluruh kepala ruangan, Kabid Keperawatan, Kabag Penunjang, Kabag Aklap, Kabag Umum dan Kepegawaian, Direktur Pelayanan dan Penunjang, serta masukan tersebut juga di dengar oleh Komite medik, Komite Keperawatan, dan SPI.

    Direktur utama mengakomodir semua masukan dan saran dari seluruh peserta forum, serta berharap RSUD dr Adnaan WD terus mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk lebih baik kedepannya. (AntonWijaya)

    grace02emily 1 Tahun Berdiri, RSIA Sukma Bunda Selalu Melayani Dengan Cinta Terbaru 2017

    Rsia-sukma-bunda
    Medianers ~ Tidak terasa telah satu tahun RSIA Sukma Bunda beroperasional melayani kesehatan Ibu dan Anak di Kota Payakumbuh. Tepatnya, pada tanggal 15 oktober tahun lalu RSIA Sukma Bunda diresmikan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh.

    Hari ini, Minggu, 16/10/2016 merupakan hari spesial bagi segenap manajemen, petugas dan pemilik PT.Sukma Bunda Medika. Selain spesial, di Milad ke-1 ini Rumah Sakit Ibu dan Anak Sukma Bunda juga gelar bakti sosial, yakni memberikan pelayanan gratis pada masyarakat.

    Hal tersebut diungkapkan saat pidato oleh dr.Efriza Naldi, Sp.OG, ia menyampaikan dalam kata sambutan di hari puncak peringatan Milad RSIA Sukma Bunda ke 1 di gedung pertemuan, lantai 3, RSIA Sukma Bunda.

    "Selaku owner RSIA Sukma Bunda, maka saya akan menyampaikan beberapa kegiatan milad antara lain: Pada hari Kamis, 13/10, RSIA Sukma Bunda memberikan konsultasi dan USG gratis bagi pasien kurang mampu sebanyak 74 pasien. Pasien berasal dari Payakumbuh dan Kabupaten 50 kota. Kemudian, hari Jumat, (14/10) segenap keluarga besar RSIA Sukma Bunda silaturahmi dengan anak yatim di Bulakan Balai kandi. Serta, hari sabtu,(15/10) senam pagi bersama. Dan, Kegiatan puncak, hari ini, Minggu, (16/10) untuk menjalin silaturahmi antara karyawan, dan keluarga besar RSIA Sukma Bunda."

    Dokter Efriza Naldi menambahkan, "tujuan milad ini adalah, pertama menggelorakan semangat meningkatkan pelayanan dengan Cinta pada masyarakat. Yang dimaksud dengan Cinta adalah Cepat, Intensif, Nyaman, Terjangkau, Akurat."

    "Alhamdulillah, RSIA Sukma Bunda sudah satu tahun beroperasional, selama 1 tahun beroperasional, RSIA Sukma Bunda tidak saja melayani pasien dari Payakumbuh dan 50 Kota saja. Bahkan sampai ke Propinsi tetangga, seperti Bangkinang." Jelas dr.Efriza Naldi.

    Harapan dr.Efriza Naldi kedepannya, hendaknya Bidan, Perawat dan petugas lainnya yang bekerja di RSIA Sukma Bunda selalu memberikan pelayanan dengan Cinta, agar RSIA Sukma Bunda juga mendapat Cinta dari masyarakat. Demikian tutupnya mengakhiri pidato.(AntonWijaya)