Tampilkan postingan dengan label Ilmu-Bedah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu-Bedah. Tampilkan semua postingan

grace02emily Bagaimana Prosedur Konsultasi Ketika Menemui Kondisi Pasien Diluar Dugaan Saat Di Meja Operasi? Terbaru 2017

Medianers ~ Mungkin pernah terpikir oleh pembaca, bagaimana caranya atau seperti apa prosedur saat pembedahan bilamana dokter ahli bedah beserta tim bedah dan anestesi mengalami kendala saat pembedahan berlangsung di kamar operasi. Kendala dimaksud seperti dibawah ini:
Ada suatu kejadian tindakan pembedahan terjadi diluar dugaan. Kondisi pasien tidak sesuai dengan diagnosa awal. Misal, sebelum operasi pasien didiagnosa hernia biasa. Tapi, setelah dilakukan tindakan pembedahan, ternyata mengalami kondisi parah, usus terjepit, menghitam dan tidak lagi berfungsi dengan normal. Seharusnya tindakannya adalah usus yang rusak/ tidak berfungsi dipotong dan dibuang. Namun, persetujuan tindakan operasi awal bukan memotong usus, tapi hanya mengatasi hernia.

Kemudian ada pula kondisi, mulanya pasien ditangani oleh dokter bedah dengan diagnosa pra bedah appendiksitis akut, ditandai dengan gejala khas nyeri akut pada perut sebelah kanan, kemudian demam, dll. Ketika pemeriksaan fisik, maupun penunjang, kuat dugaan pasien mengalami radang usus buntu. Setelah dilakukan tindakan pembedahan, ternyata pasien mengalami infeksi pada saluran tuba falopi sebelah kanan, yang seharusnya ditangani oleh dokter ahli kebidanan. 

Lantas, bila didapat hal demikian bagaimana prosedur tindakan pembedahan selanjutnya?

Apabila dokter bedah  sewaktu melakukan tindakan pembedahan, mendapatkan atau menemukan kelainan diluar keahliannya dan diluar diagnosa prabedah, maka yang harus ditindak lanjuti saat itu juga oleh dokter spesialis lain di bidangngnya, maka penemuan ini akan disampaikan dan dijelaskan ke pihak keluarga oleh dokter bedah primer, dan juga rencana untuk mengkonsultasikan hal ini kepada dokter lain di bidang tersebut.

Dan, apabila diagnosa praoperasi dengan diagnosa intra operasi tidak sesuai, dokter primer dan tim bedah akan mengkonfirmasi pada keluarga pasien, serta menjelaskan kondisi terkini. Saat diberi penjelasan, bisa saja keluarga diminta masuk kedalam kamar operasi, serta dijelaskan kondisi terkini keluarganya yang sedang ditolong. Bila keluarga tidak setuju untuk dikonsultasikan atau diberi tindakan lanjut, keluarga diminta menandatangani surat penolakan. Tim / ahli bedah primer menyelesaikan tindakan sesuai dengan kemampuannya dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Apabila keluarga pasien setuju, maka dokter konsulen akan dihubungi sesuai dengan tata cara konsultasi cito (emergensi). Keluarga pasien menandatangani informed consent (persetujuan tindakan operasi). Dokter konsulen akan memberikan konsultasinya dan bila perlu, akan menindak lanjuti tindakan pembedahan langsung datang ke kamar operasi, tanpa dokter bedah primer atau bersama dengan dokter bedah primer dan tim. 

Kemudian, setelah operasi selesai, ahli bedah primer dan dokter penerima konsul masing-masing membuat laporan operasi serta melengkapi formulir pemeriksaan lanjutan lainnya dan semua proses administrasinya. Demikianlah prosedur konsultasi pembedahan bila terjadi sesuatu hal diluar dugaan saat operasi / pembedahan sedang berlangsung.(AntonWijaya)

grace02emily Penyebab, Tanda Gejala Batu Empedu (Cholelitiasis) Terbaru 2017

Medianers ~ Kantong empedu merupakan organ kecil yang menyimpan cairan empedu, yaitu cairan pencernaan yang dibuat di hati.Kantong empedu atau kandung empedu memiliki makna sama, yakni organ kecil yang terletak di bawah hati.Batu empedu dapat menumpuk di dalam kantong empedu. Banyak orang memiliki batu empedu, tapi tidak pernah tahu akan hal itu. Batu empedu adalah endapan keras dalam kandung empedu.
batu-pada-kantong-empedu

Apa Penyebab Batu Empedu?

Kandung empedu perlu mengosongkan cairan empedu menjadi sehat agar berfungsi dengan baik. Jika gagal untuk mengosongkan isi empedu, maka empedu menjadi terlalu terkonsentrasi, yang menyebabkan batu. Komposisi Batu empedu terdiri dari kolesterol, garam, atau bilirubin, yang dibuang oleh sel-sel darah merah. Batu empedu berbagai ukuran. Batu empedu ukurannya bisa sekecil butiran pasir atau 10 kali lebih besar dari pasir.

Komponen dalam empedu dapat mengkristal dan mengeras di dalam kandung empedu, yang mengarah ke batu empedu. Menurut Harvard Health Publications, 80 persen batu empedu terbuat dari kolesterol. 20 persen lainnya terbuat dari garam kalsium dan bilirubin. Ini dikenal sebagai batu pigmen.

Batu empedu bisa terbentuk karena terlalu banyak kolesterol dalam kantong empedu yang disekresikan oleh hati.Jika hati mendistribusikan lebih banyak kolesterol maka batu keras dapat berkembang. Sedangkan, bilirubin adalah zat kimia yang dihasilkan ketika hati menghancurkan sel-sel darah merah tua. Beberapa kondisi, seperti sirosis hati dan kelainan darah tertentu, menyebabkan hati menghasilkan lebih banyak bilirubin dari seharusnya. Batu terbentuk ketika kantung empedu tidak dapat memecah kelebihan bilirubin. Zat-zat keras juga disebut batu berpigmen.

Siapa Paling Beresiko Terkena Batu Empedu?

Banyak faktor risiko batu empedu berhubungan dengan diet. Diantaranya, termasuk:
  1. Kelebihan berat badan atau obesitas
  2. Makan/diet yang tinggi lemak atau kolesterol
  3. Penurunan berat badan yang cepat dalam waktu singkat
  4. Memiliki diabetes mellitus
Faktor risiko terkena batu empedu lainnya termasuk:
  1. Jenis kelamin, mayoritas perempuan
  2. Keturunan, memiliki riwayat keluarga batu empedu
  3. Usia 60 atau lebih tua
  4. Sirosis hati
Apa Tanda dan Gejala Batu Empedu?

Penderita kemungkinan tidak mengalami gejala apapun. Menurut American College of Gastroenterology (ACG), 80 persen orang yang memiliki batu empedu tidak memiliki rasa sakit sama sekali. Ini disebut "silent" batu empedu. Dokter mungkin menemukan batu ini di kantong empedu melalui pemeriksaan penunjang dari sinar-X dan USG.

Sedangkan, beberapa orang lainnya akan memiliki gejala. Tanda dan gejala yang paling umum dari batu empedu adalah nyeri pada kuadran kanan atas perut Anda. Nyeri sering menjalar ke punggung atau bahu kanan atau tulang belikat. Tanda dan Gejala lain termasuk:
  1. Demam
  2. Warna kekuningan pada kulit atau mata, yang dapat mengindikasikan penyakit kuning
  3. Mual atau muntah
Tahapan Penyakit Batu Empedu?

Nyeri batu empedu ekstrem dikenal sebagai "serangan kandung empedu." rasa sakit yang hebat ini berlangsung lebih dari satu sampai dua jam. Batu empedu sendiri tidak menyebabkan rasa sakit ini. Hal ini terjadi ketika batu empedu menghalangi pergerakan empedu dari kantong empedu. Ini biasanya tidak terjadi dalam semalam. Sebaliknya, ada tiga tahapan yang mengarah ke serangan.
  • Pada tahap 1, batu empedu terbentuk di kandung empedu. Biasanya, tidak ada rasa sakit di tahap ini.
  • Pada tahap 2, mulai mengalami rasa sakit kantong empedu dari waktu ke waktu. Anda mungkin melihat ini ketika Anda makan makanan yang tinggi lemak, seperti gorengan. Rasa sakit biasanya tidak panjang berlalu beberapa jam. Gejala lain bisa termasuk sakit perut, bersendawa, diare, mual, dan gangguan pencernaan.
  • Pada tahap 3, batu empedu menghalangi saluran empedu di mana bergerak dari kandung empedu, serangan kandung empedu terjadi. Tahap ini adalah keadaan darurat medis. Gejalanya bisa berupa perut yang intens atau nyeri punggung, demam, menggigil, atau kehilangan nafsu makan.
Menurut American College of Gastroenterology (ACG), risiko batu empedu diam menyebabkan serangan kandung empedu adalah 1 persen per tahun. Untuk setiap 100 orang yang memiliki batu empedu diam, 10 dari orang-orang akan memiliki serangan dalam satu dekade.

Tindakan pengobatan pada kantung empedu silahkan dibaca di artikel Tanpa Kantung Empedu Bisakah Manusia Hidup Normal? Dan, video tindakan pembedahan ( laparaskopi cholelitiasis) pada penderita batu empedu silahkan dilihat di channel youtube medianers di bawah ini:

grace02emily Peran Perawat di Kamar Operasi Terbaru 2017

Medianers ~ Ini sebuah pertanyaan klasik dan sering diajukan oleh teman saya, " Apa sih tugasmu di Kamar Operasi itu?" Ucap Yuri (34), ia Perawat di Instalasi Bedah Sentral, di RSUD Ahmad Darwis, Suliki, Sumatera Barat.
Peran-perawat-di-kamar-operasi
Sambil, bincang-bincang kecil, Yuri mengatakan pada Medianers, " Saya sedikit sulit menjelaskannya pada orang yang bertanya tersebut, soalnya mindset yang tertanam di benak orang awam, tugas Perawat di OK (sebutan kamar operasi) hanya sebagai " tukang lap keringat dokter." Karena di sinetron-sinetron Indonesia menyiarkan seperti itu.

Jadi, sebenarnya apa sih tugas dan peran Perawat itu di Kamar Operasi?

Okey, Sejawat penulis, Si Yuri tidak menjelaskan secara rinci pada yang bertanya tersebut. Namun medianers tertarik mengulas ini untuk diterbitkan, yang mana peran dan tugas utama Perawat di Kamar Operasi itu adalah menjamin kelancaran jalannya pembedahan.

Maksudnya, dari A hingga Z sistematis kerja pembedahan itu bisa dilakukan Perawat di Kamar Operasi, karena setiap hari mereka terpapar dengan tindakan pembedahan. Namun, tidak semua tindakan yang boleh dilakukan Perawat di Kamar Operasi, terkait dengan kewenangan secara hukum. Bahwa pelaku utama dari tindakan pembedahan atau operasi adalah dokter ahli, karena tanggung jawab dan tanggung gugat terletak di pundaknya. Demikian pula aturan hukum, dokter ahli pulalah yang berwenang melakukan tindakan pembedahan, bukan Perawat.

Namun, dalam situasi tertentu, Perawat bisa melakukan tindakan atau melanjutkan pembedahan tanpa adanya dokter, bilamana saat sedang operasi dokter ahli mengalami gangguan kesehatan, sehingga jatuh pingsan atau nanar dan tidak bisa melanjutkan operasi. Sementara penggantinya tidak ada di rumah sakit setempat, dan pasien sedang di atas meja, maka Perawat berdasarkan delegasi boleh melanjutkan tindakan pembedahan, karena Undang-undang mengaturnya, silahkan baca di hukum online Perawat mengambil tugas dokter dalam rangka menyelamatkan nyawa pasien dalam keadaan darurat.

Lalu, apa tugas dan peran Perawat dari A sampai Z itu? Kalau di baca narasi di atas, Perawat hanya bertugas sebagai ban serap penyelamat dari pesawangan. Ya, anda benar demikianlah tugas Perawat Kamar Operasi, pembantu, asisten dan ban serap dokter ahli saat pembedahan.

Jika ditinjau dari SOP tiap rumah sakit, Job of description Perawat di Kamar Operasi itu adalah secara teknis menyiapkan keperluan pembedahan, seperti pre operasi, menyiapkan alat habis pakai, menyiapkan instrumen steril, hingga keperluan peralatan dan perlengkapan siap untuk di operasionalkan. 

Sedangkan secara profesionalnya, Perawat melakukan pengkajian, memprioritaskan masalah keperawatan dan merencanakan tindakan keperawatan pada pasien menjelang operasi tentunya berdasarkan format asuhan keperawatan yang di didokumentasikan pada file pasien.

Di Intra Operasi, Perawat berperan sebagai assisten dan scrub (mengelola dan mengatur instrumen operasi) seperti jika dokter membutuhkan gunting, maka di beri gunting, jika ingin menjahit diberi Needle holder dan benang dan seterusnya hingga operasi selesai.

Sedangkan Perawat bertugas sebagai asisten memiliki peran melancarkan jalannya pembedahan. Misal, menguak lokasi pembedahan, sehingga dokter (operator) mudah melakukan tindakan. Dan assisten tanpa di perintah sudah tau apa yang akan ia lakukan( sistematis kerja) begitu pula scrub nurse, sudah tau apa instrumen yang akan ia berikan, baik kepada operator maupun pada assisten. Hingga operasi menjadi lancar tanpa kendala.

Di Intra Operasi, Biasanya dokter hanya tinggal menyayat lokasi operasi saja, sebab segala sesuatunya telah disiapkan oleh Perawat. Dan setelah operasi selesai, dokter pun meninggalkan pasien, maka Perawatlah yang membereskan pasien hingga pasien pindah ke ruang pemulihan.

Masuk kepada Post Operasi. Di Post Operasi, Perawat masih menjalankan perannya, menjaga, merawat dan mengkaji tanda-tanda vital serta menjalankan Asuhan Keperawatan. Kira-kira demikianlah tugas dan peran Perawat dewasa ini di kamar operasi.

Yang dipertontonkan di televisi bahwa Perawat menyapu keringat dokter tidak ada, suhu di ruangan kamar operasi itu standarnya 18-20 derajat celcius, jadi tidak mungkin orang-orang yang ada di dalam kamar operasi berkeringat, malahan yang ada menggigil karena kedinginan. Mungkin, dahulu kala pada zaman batu sebelum adanya air conditioner (AC) mungkin iya dokter bercucuran keringat.

Di postingan singkat ini, demikianlah sedikit tentang Peran dan tugas Perawat di Kamar Operasi dan peran Perawat saat pembedahan yang dapat Medianers sampaikan. Bilamana ada yang mengganjal di hati pembaca silahkan sampaikan di kotak komentar untuk kita diskusikan. Seandainya menarik, silahkan di bagikan pada yang lainnya. (AntonWijaya).